Langsung ke konten utama

Postingan

MEDIA SOSIAL, DUNIA DALAM LAYAR

Suatu hari, di tengah warnet.. “Buset daaah, si Rini makin cantik aja cuuy! Liat nih PPnya.. Gileee “, celoteh seorang remaja berpakaian putih biru sambil menunjukkan layar ke teman di sebelahnya. Sering mengalami kejadian serupa? Berada di warnet, di tengah area hot spot, atau di tengah keramaian, lalu ada orang lain yang berceloteh sambil menatap penuh harap ke layar monitor atau layar ponsel? Atau.. Orang itu adalah kamu? :p Ya ya ya, kita sudah tak perlu heran lagi melihat begitu banyak orang yang bisa menatap penuh ekspresi ke layar monitor maupun ponsel. Ekspresi penuh harap, penuh cinta, marah, sedih, bahagia. Lengkap lah. Kalau dulu sih hal ini tentu saja sangat aneh, bahkan kita bisa dianggap gila jika berwajah penuh ekspresi saat tidak ada seorang pun yang menjadi lawan bicara kita. Tapi kini, semua berbeda. Karena apa? Ya, media  sosial!! Kini, tak perlu lagi kita berhadap-hadapan dengan berbagai orang untuk beraktivitas sosial. Hanya perlu berhadapan dengan ...

SUBSIDI BBM, TEPATKAH?

Tulisan ini dibuat beberapa hari lalu, untuk tugas Audit Kinerja Sektor Pemerintah.. Sebagai mahasiswa yang masih dalam proses belajar, tentu pemikiran saya mengenai hal ini masih sangat kurang mendalam. Selain ini, opini pribadi saya yang setuju akan pengurangan subsidi BBM masih sangat mempengaruhi subjektivitas dalam tulisan saya ini.. So, correct me if I'm wrong.. :) Di tengah perekonomian yang dirasa semakin sulit oleh masyarakat, pemerintah berencana mengurangi subsidi BBM hingga harga BBM pun akan naik. Pemerintah mengatakan pengurangan subsidi BBM ini harus dilakukan demi penghematan anggaran. Namun, di tengah upaya pemerintah untuk meyakinkan masyarakat bahwa kenaikan harga BBM ini adalah solusi terbaik, masyarakat pun bersuara. Kenaikan harga BBM berarti kenaikan berbagai harga kebutuhan pokok. Kenaikan BBM berarti kenaikan harga yang harus dibayar untuk transportasi. Ya, inflasi. Sebagian masyarakat menentang keras kebijakan ini, berbagai demo besar-besaran terjadi...

SEPOTONG MEMORI: AMAZING CAMP!! :D

Beberapa hari lalu, teman saya bercerita tentang temannya yang mampu membelah sebuah batu bata dengan tangan kosong. Tiba-tiba, ingatan saya terlempar pada beberapa tahun lalu, pada suatu kejadian di mana saya membelah sebuah bata yang terbakar juga dengan tangan kosong.. Hebat kan? Bagi saya sih hebat banget.. Dan itu bisa terjadi  berkat tiga hari yang luar biasa di Amazing Camp!! :D Sekian tahun lalu Saya lupa kapan persisnya, yang jelas saat itu saya duduk di kelas 2 SMA. Menjelang liburan, ada sebuah tawaran menarik dari teman saya. Amazing Camp, sebuah acara yang diselenggarakan oleh GenBee (Generasi Bondowoso) yang berupa camp singkat. Pada saat itu sih saya ga peduli gimana detail acaranya, yang jelas sepertinya konsepnya seperti summer camp di buku-buku yang pernah saya baca sebelumnya. Pelaksanaan pas liburan, biaya yang juga cukup murah, oke, saya pun putuskan untuk ikut Camp ini. Dan ternyata, sahabat saya, Endita yang saat itu sekolah di Surabaya juga mendaft...

LIKE A BIEBER!!

And I was like baby, baby, baby, oh Like baby, baby, baby, no Like baby, baby, baby, oh I thought you'd always be mine, mine Kenal dengan lagu itu? Ya, siapa sih yang tidak kenal lagu satu ini. Lagu yang ngehits banget di awal tahun 2010 ini dibawakan oleh seorang Justin Drew Bieber, seorang penyanyi Pop dan R&B muda asal Kanada. Ketenaran Bieber ini berawal dari videonya yang diunggah di YouTube dan ditonton oleh seorang pencari bakat. Dan akhirnya, bisa kita lihat sekarang, Justin Bieber menjadi salah satu sosok yang digemari banyak negara di dunia. Berawal dari video di internet, lalu eksis hingga seluruh dunia. Wow banget kan? Kalau dipikir-pikir, kita bisa lho eksis seperti Bieber ini! Terus, apa kita harus unggah video kita gitu juga? Tapi kan ga semua bisa nyanyi? Tenang, ga harus nyanyi dan unggah video gitu untuk jadi seeksis Bieber. Kita bisa eksis lewat internet, eksis dengan cara kita sendiri!

Pesan Kesalahan pada Ms. Excel

Besok Ujian ABK, Audit Berbasis Komputer.. Dan itu make Ms Excell.. Dan saya ga terlalu ngerti excell.. Dan akhirnya nemu artikel ini.. Copas aja deh, siapa tau besok-besok bermanfaat.. *artikel ini dicopas dari http://aerputeh.blogspot.com/2008/04/pesan-kesalahan-pada-ms-excel.html Pernahkah Anda bermaksud untuk menerapkan rumus-rumus tertentu pada Ms. Excel dan melihat sel mengandung pesan kesalahan? Misalnya "#DIV/0!", "#NAME?", atau "#NUM!"? Mari kita pelajari maksudnya.... ##### Maksudnya, isi dari sel terlalu lebar untuk ditampilkan, dan Anda perlu mengedit lebar kolom untuk menampilkan angka tersebut. Misalnya angka 20000000000001 tidak mungkin muat tampil dalam satu sel

UJUNG GENTENG.. CANTIK YANG TAK TERJAMAH..:)

Agak lebay sih ya judulnya..:p Gapapa ah, kali ini saya akan mencoba berbagi cerita perjalanan saya bersama GRAPERS ke Ujung genteng beberapa waktu lalu..:) Berbulan-bulan lalu Makrab. Malam Keakraban. Istilah ini pertama kali saya dengar pada saat mengikuti MOS di SMA dulu. Malam keakraban adalah malam penutupan Masa Orientasi Siswa yang diisi dengan pementasan kelas dan juga acara-acara seru lainnya. Malam di mana Kakak Panitia yang awalnya jutek dan menyebalkan akhirnya berubah dan terjalinlah canda tawa di malam yang penuh kenangan itu. Tapi di sini beda. Makrab atau malam keakraban adalah sebuah ritual yang wajib dijalankan oleh hampir semua kelas di kampus saya (dan pasti di kampus lainnya, entah dengan nama yang sama atau ga). Intinya makrab kelas itu adalah sebuah event di mana seluruh anggota kelas berpelesir ke suatu tempat, menginap di sana, dan mengadakan berbagai acara yang dapat mengakrabkan seluruh personil kelas. Ga cuma malem tentunya. Seharian, bahkan bis...

the art of "ngeteng":: Bintaro-Bandar Lampung!

back to Bintaroooo... Alhamdulillah udah balik ke Bintaro lagi, semoga aja otak bisa lebih fresh untuk nerima materi kuliah lagi.. Amiiinn...:D Sekitar Dua Minggu Lalu Ya, sekitar dua minggu lalu saya menggalau. Bukan, bukan galau cinta. Juga bukan galau akademis. Kali ini saya galau liburan. Dalam rangka Natal dan Tahun Baru, kampus memberikan Libur selama satu minggu. Dan ditambah dengan hasil lobi dengan para dosen, libur kami bertambah menjadi dua minggu. Cukup lama. Tapi tak cukup lama bagi saya yang berkampung halaman di ujung timur Pulau Jawa ini. Bintaro-Bondowoso. Sekitar 22 hingga 24 jam by bus lah, itu kalau lancar. Akhir tahun lalu, ketika saya pulang kampung pas masa-masa liburan akhir tahun seperti ini, saya harus merelakan diri terduduk lesu di dalam bis selama 30 jam karena macet parah.