“Belum beres Fin buku-bukunya? Punya aku dong udah beres, ada tiga kardus! Sebagian besar kertas bekas yang udah ga kepake, kayaknya mau aku jual ke tukang loak yang biasa lewat aja deh!”, kata teman saya waktu itu. Berakhirnya masa kuliah, berakhir pula masa kost kami di sebuah rumah di pinggiran Jakarta. Saya dan teman-teman yang senasib pun harus segera mengemas barang kami, termasuk barang-barang yang bertengger di rak buku kami. Tiga tahun kuliah, cukup banyak buku dan kertas yang harus saya kemas. Sebagian yang masih bisa digunakan, saya serahkan ke adik kelas. Sebagian lagi, saya simpan. Sisanya? Tertumpuk tak jelas. Cukup banyak jumlahnya. Dan akhirnya, seperti teman kost saya, saya memutuskan untuk menjualnya ke tukang loak.. *** Entah apa yang terjadi dengan kertas saya di tangan tukang loak tadi. Sepertinya dia akan menyerahkannya ke pengepul. Lalu pengepul akan menjualnya ke pedagang gorengan. Lalu kertas saya akan dilipat-lipat menjadi bungkus gorengan. Lalu ada...
seorang wanita yang gemar bercerita ;)